Jumat, 30 Maret 2012
MASALAH KEJIWAAN
SKIZOFRENIA
A . Pengertian Skizofrenia
Skizofrenia merupakan suatu jenis penyakit yang mengganggu psikis fungsional berupa gangguan mental berulang – ulang yang di tandai dengan gejala – gejala psikotik yang khas dan kemunduran fungsi sosial, kerja, dan perawatan diri, skizofrenia tipe satu biasanya ditandai dengan menonjolkan gejala – gejala berupa halusinasi , delusi dan longgarnya asosiasi dan pada tipe dua di temukan gejala - gejala berupa penarikan diri dari masyarakat, apati, dan perawatan diri yang buruk.
Gangguan kejiwaan skizofenia juga merupakan salah satu penyakit yang cenderung berkelanjutan, oleh karena itu penyakit skizofrenia membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengobatannya, dengan perkembangan dalam metode kesehatan pada saat sekarang ini penyakit skizofrenia dapat diobati dengan berbagai macam terapi, sehingga penderita tidak lagi mengalami pemasungan atau perawatan di rumah sakit jiwa dalam proses pengobatannnya.
B. Gejala yang dialami skizofrenia
Gejala yang dialami penderita skizofrenia sangat bervariasi diantaranya :
a. Gejala Positif
- Gangguan Persepsi
- Gangguan Delusi
- Gangguan Prilaku
b. Gejala Negatif
- Motivasi yang Rendah
- Menarik Diri dari Masyarakat
c. Gejala Kognitif
C. Faktor penyebab penyakit gangguan kejiwaan
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan kejiwaan baik yang berhubungan dengan skizofrenia, menurut dr. Luh Ketut Surya gangguan kejiwaan disebabkabkan beberapa faktor diantaranya faktor biologik, psikologik dan sosialbudaya.
a. Faktor Biologik
Untuk membuktikan bahwa gangguan jiwa adalah suatu penyakit seperti kriteria penyakit dalam ilmu kedokteran, para psikiater mengadakan banyak penelitian di antaranya mengenai kelainan-kelainan neutransmiter, biokimia, anatomi otak, dan faktor genetik yang ada hubungannya dengan gangguan jiwa.
Gangguan mental sebagian besar dihubungkan dengan keadaan neuttransmiter di otak, misalnya seperti pendapat Brown et al, 1983, yaitu fungsi sosial yang kompleks seperti agresi dan perilaku seksual sangat dipengaruhi oleh impuls serotonergik ke dalam hipokampus.
Demikian juga dengan pendapat Mackay, 1983, yang mengatakan noradrenalin yang ke hipotalamus bagian dorsal melayani sistem monoamine di limbokortikal berfungsi sebagai pemacu proses belajar, proses memusatkan perhatian pada rangsangan yang datangnya relevan dan reaksi terhadap stres. Pembuktian lainnya yang menyatakan bahwa gangguan jiwa merupakan suatu penyakit adalah di dalam studi keluarga.
Pada penelitian ini didapatkan bahwa keluarga penderita gangguan efektif, lebih banyak menderita gangguan afektif daripada skizofrenia (Kendell dan Brockington, 1980), skizofrenia erat hubungannya dengan faktor genetik (Kendler, 1983).
Tetapi psikosis paranoid tidak ada hubungannya dengan faktor genetik, demikian pendapat Kender, 1981). Walaupun beberapa peneliti tidak dapat membuktikan hubungan darah mendukung etiologi genetik, akan tetapi hal ini merupakan langkah pertama yang perlu dalam membangun kemungkinan keterangan genetik.
Bila salah satu orangtua mengalami skizofrenia kemungkinan 15 persen anaknya mengalami skizofrenia. Sementara bila kedua orangtua menderita maka 35-68 persen anaknya menderita skizofrenia, kemungkinan skizofrenia meningkat apabila orangtua, anak dan saudara kandung menderita skizofrenia (Benyamin, 1976).
Pendapat ini didukung Slater, 1966, yang menyatakan angka prevalensi skizofrenia lebih tinggi pada anggota keluarga yang individunya sakit dibandingkan dengan angka prevalensi penduduk umumnya.
b. Faktor Psikologik
Hubungan antara peristiwa hidup yang mengancam dan gangguan mental sangat kompleks tergantung dari situasi, individu dan konstitusi orang itu. Hal ini sangat tergantung pada bantuan teman, dan tetangga selama periode stres.
Struktur sosial, perubahan sosial dan tigkat sosial yang dicapai sangat bermakna dalam pengalaman hidup seseorang. Kepribadian merupakan bentuk ketahanan relatif dari situasi interpersonal yang berulang-ulang yang khas untuk kehidupan manusia.
Perilaku yang sekarang bukan merupakan ulangan impulsif dari riwayat waktu kecil, tetapi merupakan retensi pengumpulan dan pengambilan kembali. Setiap penderita yang mengalami gangguan jiwa fungsional memperlihatkan kegagalan yang mencolok dalam satu atau beberapa fase perkembangan akibat tidak kuatnya hubungan personal dengan keluarga, lingkungan sekolah atau dengan masyarakat sekitarnya.
Gejala yang diperlihatkan oleh seseorang merupakan perwujudan dari pengalaman yang lampau yaitu pengalaman masa bayi sampai dewasa.
c. Faktor Sosialbudaya
Gangguan jiwa yang terjadi di berbagai negara mempunyai perbedaan terutama mengenai pola perilakunya. Karakteristik suatu psikosis dalam suatu sosialbudaya tertentu berbeda dengan budaya lainnya.
Adanya perbedaan satu budaya dengan budaya yang lainnya, menurut Zubin, 1969, merupakan salah satu faktor terjadinya perbedaan distribusi dan tipe gangguan jiwa. Begitu pula Maretzki dan Nelson, 1969, mengatakan bahwa alkulturasi dapat menyebabkan pola kepribadian berubah dan terlihat pada psikopatologinya.
Pendapat ini didukung pernyataan Favazza (1980) yang menyatakan perubahan budaya yang cepat seperti identifikasi, kompetisi, alkulturasi dan penyesuaian dapat menimbulkan gangguan jiwa. Selain itu, status sosial ekonomi juga berpengaruh terhadap terjadinya gangguan jiwa Goodman (1983) yang meneliti status ekonomi menyatakan bahwa penderita yang dengan status ekonomi rendah erat hubungannya dengan prevalensi gangguan afaktif dan alkoholisma.
D. Pengobatan penyakit kejiwaan terutama skizofrenia
Tiga dari empat penderita skizofrenia dapat mengalami perbaikan dan dapat melakukan aktivitas sehari – hari dengan normal, saat ini dikenal beberapa cara penanganan skizofrenia diantaranya :
- Pengobatan dengan Anti Psikotik
Pemberian obat anti psikotik dapat menolong penderita untuk mengendalikan gejala – gejala skizofrenia, ada berbagai macam jenis anti psikotik yang dapat diberikan tergantung gejala yang ada pada penderita.
- Psikoterapi, Rehabilitasi dan Dukungan
Psikoterapi menolong pasien dari gejala fisik yang dirasakan seperti : kecemasan, panik, fobia, insomnia, defresi, gangguan dalam berhubungan dengan orang lain dan gangguan psikoseksual.
Rehabilitasi dan dukungan yang baik juga akan sangat membantu dalam penyembuhan skizofrenia, dapat mencegah kekambuhan, membantu pasien tetap berobat dan membantu pasien kembali ke kehidupan normal.
Sumber :
http://www.scribd.com/dirsanti/d/57612748-terapi-skizofrenia
http://www.resep.web.id/kesehatan/mengenal-penyakit-skizofrenia-salah-satu-gangguan-psikosis-fungsional.htm
trafficking&catid=89:info&Itemid=118
http://www.santosa-hospital.com/document/janganbiarkan_drrachmat_5_page_18.pdf
http://www.gugustugastrafficking.org/index.php?option=com_content&view=article&id=250:faktor-faktor-penyebab-gangguan-jiwa-pada-korban-trafficking&catid=89:info&Itemid=118
Selasa, 27 Maret 2012
PROSA
PROSA
Prosa merupakan sebuah
karya satra yang telah berkembang dari dulu hingga sampai saat sekarang ini,
sehingga prosa dapat juga kita kelompokkan menjadi dua kelompok yaitu prosa
lama, dan prosa baru. Menurut Dr. J. S. Badudu perbedaan dari prosa lama dan prosa
baru adalah
1. Prosa lama
a. Prosa
lama cenderung bersifat statis.
b. Prosa
lama bersifat istanasentris.
c. Berbentuk
hikayat, tambo, dongeng, legenda, fabel dan sebagainya.
d. Di
pengaruhi oleh kesusastaraan Hindu dan Arab.
e. Milik
bersama.
2.
Prosa baru
a. Prosa
baru sering bersifat dinamis.
b. Bersifat
masyarakat sentris
c. Berbentuk
roman, novel, cerpen, drama. Berjejak di dunia nyata berdasarkan kebenaran dan
kenyataan.
d. Di
pengaruhi kesusastraan Barat.
e. Bersifat
tertulis.
Contoh prosa lama dalam bentuk Hikayat :
Hikayat Amir
Dahulu kala di Sumatra, hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam.
Syah Alam mempunyai seorang anak bernama Amir, Amir tidak menghargai uangnya dengan baik. Setiap hari dia membelanjakan
uang yang diberi ayahnya, karena sayangnya pada Amir, Syah Alam tidak pernah
memarahinya, Syah Alam hanya bisa mengelus dada.
Lama-kelamaan Syah Alam jatuh sakit semakin hari sakitnya semakin parah. Banyak uang
yang dikeluarkan untuk pengobatan, tetapi tidak kunjung sembuh. Akhirnya mereka
jatuh miskin.
Penyakit Syah Alam semakin parah, sebelum meninggal, Syah Alam berkata”Amir, Ayah
tidak bisa memberikan apa-apa lagi padamu, engkau harus bisa membangun usaha lagi seperti Ayah
dulu, jangan kau
gunakan waktumu sia-sia. Bekerjalah yang giat, pergi dari rumah usahakan engkau terlihat
oleh bulan, jangan terlihat oleh matahari.”
”Ya, Ayah. Aku akan turuti
nasihatmu.”
Sesaat setelah Syah Amir meninggal, ibu Amir juga sakit parah dan akhirnya
meninggal. Sejak itu Amir bertekad untuk mencari pekerjaan. Ia teringat nasihat
ayahnya agar tidak terlihat matahari, tetapi terlihat bulan. Oleh sebab itu,
kemana-mana ia selalu memakai payung.
Pada suatu hari, Amir bertemu dengan Nasrudin, seorang menteri yang pandai, Nasarudin sangat heran
dengan pemuda yang selalu memakai payung itu. Nasarudin bertanya kenapa dia
berbuat demikian.
Amir bercerita alasannya berbuat demikian. Nasarudin tertawa. Nasarudin
berujar, ” Begini, ya., Amir. Bukan begitu maksud pesan ayahmu dulu. Akan tetapi,
pergilah sebelum matahari terbit dan pulanglah sebelum malam. Jadi, tidak
mengapa engkau terkena sinar matahari. ”
Setelah memberi nasihat, Nasarudin pun memberi pinjaman uang kepada Amir.
Amir disuruhnya berdagang sebagaimana dilakukan ayahnya dulu.
Amir lalu berjualan makanan dan minuman. Ia berjualan siang dan malam. Pada siang hari, Amir menjajakan makanan, seperti
nasi kapau, lemang, dan es limau. Malam harinya ia berjualan martabak,
sekoteng, dan nasi goreng. Lama-kelamaan usaha Amir semakin maju. Sejak it,
Amir menjadi saudagar kaya.
Keburukan :
Amir
merupakan orang yang tidak mau menghargai apa yang telah di anugrahkan allah
kepada dia, sehingga dia hanya menghabiskan apa yang telah di berikan oleh
orang tuannya, yang semuanya itu membuat dia untuk malas berkerja dan selalu bergantung
pada ayahnya yang kaya, tetapi amir lupa bahwasannya apa yang telah dimiliki
oleh ayahnya belum tentu dia akan mendapatkan yang demikian juga.
Kebaikan :
Dari
cerita Amir di atas kita juga dapat hikmah kebaikannya, ketika Amir telah
mendapatkan apa yang telah ia lakukan sebelumnya amir sadar dan termotivasi
untuk bekerja demi memenuhi amanah yang telah di berikan ayahnya, yang berpesan
untuk mengembalikan apa yang telah di capai ayahnya dulu dan bekerja dengan
tekun, bekerja sebelum terbit matahari hingga pulanglah sebelum malam. Dengan
amanah yang telah di berikan ayahnya ini sehingga dia giat bekerja dan selalu
melakukan pekerjaan dengan kegigihan dan ketekunan. berkat kegigihan dan
ketekunannya shingga Amir dapat mengembalikan keberhasilan yang telah di capai
oleh ayahnya.
Kesimpulan :
Kesalah
yang telah kita lakukan sebelumnya, bukan berarti akan menjadi penghalang untuk
kita berubah di kemudian harinya. Dan jadikanlah kesalah yang telah kita lakukan
sebagai motivasi kita untuk kedepannya dengan demikian kita akan mendapatkan
apa yang menjadi tujuan kita.
Contoh prosa baru yang berbentuk cerpen
:
Sahabat
Sejati
Betapa enak menjadi orang kaya.
Semua serba ada. Segala keinginan terpenuhi. Karena semua tersedia. Seperti
Iwan. Ia anak konglomerat. Berangkat dan pulang sekolah selalu diantar mobil
mewah dengan supir pribadi.
Meskipun demikian ia tidaklah sombong. Juga sikap
orang tuanya. Mereka sangat ramah. Mereka tidak pilih-pilih dalam soal bergaul.
Seperti pada kawan kawan Iwan yang datang ke rumahnya. Mereka menyambut seolah
keluarga. Sehingga kawan-kawan banyak yang betah kalau main di rumah Iwan.
Iwan sebenarnya mempunyai sahabat
setia. Namanya Momon. Rumahnya masih satu kelurahan dengan rumah Iwan. Hanya
beda RT. Namun, sudah hampir dua minggu Momon tidak main ke rumah Iwan.
“Ke mana, ya,Ma, Momon. Lama tidak
muncul. Biasanya tiap hari ia tidak pernah absen. Selalu datang.”
“Mungkin sakit!” jawab Mama.
“Ih, iya, siapa tahu, ya, Ma? Kalau
begitu nanti sore aku ingin menengoknya!” katanya bersemangat
Sudah tiga kali pintu rumah Momon
diketuk Iwan. Tapi lama tak ada yang membuka. Kemudian Iwan menanyakan ke
tetangga sebelah rumah Momon. Ia mendapat keterangan bahwa momon sudah dua
minggu ikut orang tuanya pulang ke desa. Menurut kabar, bapak Momon di-PHK dari
pekerjaannya. Rencananya mereka akan menjadi petani saja. Meskipun akhirnya
mengorbankan kepentingan Momon. Terpaksa Momon tidak bisa melanjutkan sekolah
lagi.
“Oh, kasihan Momon,” ucapnya dalam
hati,
Di rumah Iwan tampak melamun. Ia
memikirkan nasib sahabatnya itu. Setiap pulang sekolah ia selalu murung.
“Ada apa, Wan? Kamu seperti tampak
lesu. Tidak seperti biasa. Kalau pulang sekolah selalu tegar dan ceria!” Papa
menegur
“Momon, Pa.”
“Memangnya kenapa dengan sahabatmu
itu. Sakitkah ia?”
Iwan menggeleng.
“Lantas!” Papa penasaran ingin tahu.
“Momon sekarang sudah pindah rumah.
Kata tetangganya ia ikut orang tuanya pulang ke desa. Kabarnya bapaknya di-PHK.
Mereka katanya ingin menjadi petani saja”.
Papa menatap wajah Iwan tampak
tertegun seperti kurang percaya dengan omongan Iwan.
“Kalau Papa tidak percaya, Tanya,
deh, ke Pak RT atau ke tetangga sebelah!” ujarnya.
“Lalu apa rencana kamu?”
“Aku harap Papa bisa menolong
Momon!”
“Maksudmu?”
“Saya ingin Momon bisa berkumpul
kembali dengan aku!” Iwan memohon dengan agak mendesak.
“Baiklah kalau begitu. Tapi, kamu
harus mencari alamat Momon di desa itu!” kata Papa.
Dua hari kemudian Iwan baru berhasil
memperoleh alamat rumah Momon di desa. Ia merasa senang. Ini karena berkat
pertolongan pemilik rumah yang pernah dikontrak keluarga Momon.
Kemudian Iwan bersama Papa datang ke
rumah Momon di wilayah Kadipaten. Namun lokasi rumahnya masih masuk ke dalam.
Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer. Kedatangan kami disambut orang
tua Momon dan Momon sendiri. Betapa gembira hati Momon ketika bertemu dengan
Iwan. Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu.
Semula Momon agak kaget dengan
kedatangan Iwan secara mendadak. Soalnya ia tidak memberi tahu lebih dulu kalau
Iwan inginberkunjung ke rumah Momon di desa.
“Sorry, ya, Wan. Aku tak sempat
memberi tahu kamu!”
“Ah, tidak apa-apa. Yang penting aku
merasa gembira. Karena kita bisa berjumpa kembali!”
Setelah omong-omong cukup lama, Papa
menjelaskan tujuan kedatangannya kepada orang tua Momon. Ternyata orang tua
Momon tidak keberatan, dan menyerahkan segala keputusan kepada Momon sendiri.
“Begini, Mon, kedatangan kami
kemari, ingin mengajak kamu agar mau ikut kami ke Bandung. Kami menganggap kamu
itu sudah seperti keluarga kami sendiri. Gimana Mon, apakah kamu mau?” Tanya
Papa.
“Soal sekolah kamu,” lanjut Papa,
“kamu tak usah khawatir. Segala biaya pendidikan kamu saya yang akan
menanggung.”
“Baiklah kalau memang Bapak dan Iwan
menghendaki demikian, saya bersedia. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas
kebaikan Bapak yang mau membantu saya.”
Kemudian Iwan bangkit dari tempat
duduk lalu mendekat memeluk Momon. Tampak mata Iwan berkaca-kaca. Karena merasa
bahagia.Akhirnya mereka dapat berkumpul kembali. Ternyata mereka adalah sahabat
sejati yang tak terpisahkan.
Kini Momon tinggal di rumah Iwan.
Sementara orang tuanya tetap di desa. Selain mengerjakan sawah, mereka juga
merawat nenek Momon yang sudah tua
Keburukan :
Mukin dari cerita di
atas kita tidak dapat melihat keburukan dari seorang Iwan maupun Momon, akan
tetapi sedikit keburukan ketika ayah Momon memilih untuk pulang ke kampung dan
menyebabkan Momon putus dari sekolahnya, ayahnya Momon tidak optimis dan mau
berusaha untuk pekerjaan yang lainnya, sehingga Momon berhenti dari sekolah,
dan ikut ayahnya bertani di kampungnya yang kemudian Haknya Momon untuk belajar
tidak bisa di penuhi.
Kebaikan :
Dari cerita di atas kita
dapat mengambil hikmah berupa kesetian terhadap sesama, dari cerita di atas
kita juga dapat membedakan seorang Iwan dengan Amir pada cerita sebelumnya,
Iwan patut kita contoh karena dengan semua yang dia miliki tidak membuat Iwan
lupa dan sombong, dan Iwan mensyukuri kebahagian dia dengan berbagi dengan
sesama, dapat kita lihat ketika Iwan mengajak Momo untuk bersekolah lagi dan
tinggal di rumah Iwan melihatkan bahwa Iwan tidak lupa dengan orang – orang
yang membutuhkan yang berada di sekitar dia dan mensyukuri nikmat yang telah di
berikan allah.
Kesimpulan :
Kebahagian
akan di dapat ketika kita dapat memebantu orang yang membutuhkan pertolongan
kita.
Sumber :
Bina Bahasa dan
Sastra Indonesia kelas IV: Erlangga
http://melatiwijayanti.blogspot.com/2008/12/contoh-cerpen.html
Selasa, 20 Maret 2012
PENGARUH BUDAYA
PENGARUH BUDAYA LUAR
TERHADAP BUDAYA INDONESIA BUDAYA
Sejarah merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, sejarah merupakan suatu
rangkaian yang erat sepanjang kehidupan manusia, karena sejarah akan menjadi
tolak ukur dari kesuksesan dan kegagalan yang dialami oleh manusia dan
memberikan pedoman bagi manusia di masa yang akan datang.
Menurut
Kong Fu Tse yang mengatakan “sejarah mendidik kita bertindak bijaksana”, karena
sejarah merupakan pembelajaran untuk mendapatkan keberhasilan di masa akan
datang, sejarah ada yang berbentuk kebudayaan karena kebudayaan merupakan
warisan dari orang terdahulu, kebudayaan yang di miliki oleh bangsa indonesia
merupakan kebudayaan yang majemuk dan memiliki ragan kebudayaan yang berbeda –
beda, semua itu terjadi karena negara indonesia memiliki wilayah yang sangat
luas, di pengaruhi oleh proses pertumbuhan yang berbeda – beda dan budaya lain
yang ikut bercampur di dalamnnya.
Budaya
lain yang turut mempengaruhi kebudayaan indonesia seperti kebudayaan Hindu dan
Budha, kebudayaan Islam, kebudayaan Eropa, ke tiga kebudayaan tersebut telah
banyak mempengaruhi kebudayaan indonesia sehingga negara indonesia kaya akan
budaya, baik budaya yang berasal dari luar maupun yang berasal dari negara
indonesia itu sendiri.
Kebudayaan – kebudayaan yang
mempengaruhi budaya indonesia :
a.
Kebudayaan Hindu Budha
Pengaruh Hindu Budha
yang masuk ke indonesia belum dapat di ketahui secara pasti siapa yang membawa
dan mengembangkannya, akan tetapi menurut penelitian sejarah pengaruh hindu Budha
yang masuk ke indonesia mempunyai beberapa teori.
Teori
Sudra mengatkan bahwa yang membawa dan menyebarkan agama dan kebudayaan Hindu Budha
adalah orang india yang berkasta Sunda.
Teori
Waisya mengatakan bahwa yang membawa dan menyebarkan agama dan kebudayaan Hindu
Budha adalah orang yang berkasta Waisya, atas dasar kedatangan kasta Waisya yang
berprofesi sebagai pedagang dan kemudian mengadakan hubungan dagang dan menikah
dengan wanita indonesia.
Teori
Ksatria mengatakan bahwa yang membawa aga dan kebudayaan Hindu Budha kasta Kesatria karena adanya kakacauan
politik di india sehingga banyak anggota kasta Kesatria yang lari dari india
dan menetap di indonesia, dan kemudian para Kesatria ini mendirikan kerajaan di
indonesia dan kemudian turut serta menyebabkan agama Hindu.
Teori
Brahman kaum Brahmana datang ke indonesia dan kemudian kemudian ikut pula
mengajarkan kepada masyarakat, penyebaran agama Hindu Budha di indonesia
dilakukan bersama dan dengan medatangkan para Brahmana/pendeta dari india dan
mengirim orang – orang indonesia ke india untuk belajar agama Hindu, dan
kemudian kebudayaan Hindu Budha berkembang di negara indonesia.
Pengaruh
yang telah di berikan oleh kebudayaan Hindu Budha terhadap indonesia ada yang
berupa kepercayaan, bahasa, kerajaan, struktur- struktur pemerintahan atau
kerajaan, seni bangunan, sistem pananggalan dan peninggalan – peniggalan
lainnya yang mempengaruhi budaya indonesia yang masih di percayai masyarakat di
indonesia.
b.
Kebudayaan Islam
Berdasarkan
bukti – bukti yang ditemukan di indonesia, agama Islam diperkirakan masuk
indonesia sekitar abad ke-7 M, pada masa kekuasaan kerajaan sriwijaya.
Pendapat lain
mengatakan bahwa agama dan kebudayaan islam masuk ke wilayah indonesia di bawa
oleh pedagang islam dari Gujarat (india), hal ini dilihat dari penemuan unsur –
unsur Islam di indonesia memiliki persamaan dengan india seperti batu nisan
yang di buat oleh orang – orang kambay,Gujarat.
Agama dan
kebudayaan Islam berkembang di negara indonesia juga di pengaruhi oleh sumber –
sumber berita seperti, berita dari arab, eropa, india dan cina.
Pengaruh yang
telah di berikan agama dan kebudayaan islam sungguh banyak sekali, karena pada
saat sekarang ini mayoritas dari penduduk indonesia beragama Islam, pengaruh
tersebut ada yang berupa kepercayaan, bahasa, sistem pemerintahan, kebudayaan Islam,
seni bangunan dan sistem pananggalan, dari semua pengaruh ini memiliki kesamaan
dengan pengaruh yang telah di berikan dengan agama dan kebudayaan Hindu Budha.
Akan tetapai juga terdapat perbedaan di dalam hal yang di sebarkan dan metode
yang di ajarkan.
Pada dasarnya
pengaruh yang di berikan dari kebudayaan Islam dan Hindu Budha yang menyebabkan
banyaknya jenis kebudayaan yang berkembang, seperti penanggalan, kedua
kebudayaan tersebut pemiliki sistem penanggalan masing – masing seperti Hijriah
yang merupakan penanggalan Islam dan Caka yang merupakan kalender Hindu, dari
perbedaan ini menyebabkan banyaknya pengaruh yang di berikan terhadap negara
indonesia dan menyebabkan banyaknya corak budaya yang berkembang.
c.
Kebudayaan Eropa
Kedatangan
bangsa eropa ke wilayah indonesia mulai terjadi sekitar pada abat ke-14,
kedatangan bangsa eropa pada mulanya bermaksud untuk mencari rempah – rempah
dan sutera yang mahal jika di jual ke eropa.
Penutupan
jalur perdagangan oleh kerajaan Islam di afrika dan eropa timur sangat
mengganggu perdagangan bangsa eropa, untuk itu bangsa eropa mulai mencari
sumber – sumber rempah dan sutera dengan melakukan penjelajahan samudra.
Pulau
Kreta merupakan dasar dari kebudayaan Eropa yang sampai saat sekarang ini masih
terdapat sisa – sisa pengaruh dan peninggalannya, kebudayaan pulau Kreta di
sebarkan dan di transformasikan melalui penjajahan oleh bangsa Yunani dan
Romawi kuno sehingga menjadi tonggak budaya Eropa masa kini.
Kebudayaan
eropa tersebut dibawa ke indonesia juga melalui hubungan dagang sama dengan apa
yang telah di lakukan kebudayaan Hindu Budha dan Islam, yang di lakukan oleh
Bangsa Prancis, Inggris, dan Belanda.
Akibat
dari kegiatan tersebut kebudayaan eropa turut mempengaruhi perkembangan budaya
di indonesia, hal itu dibuktikan pada bentuk pemerintahan pada beberapa
kerajaan, dan sistem hukum yang di gunakan di indonesia, selain itu pada
kebudayaan seni bangunan dan sastra juga turut terpengaruh oleh kebudayaan
Eropa tersebut.
Dari
ketiga kebudayaan di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa setiap kebudayaan
yang mempengaruhi suatu daerah atau suatu negara dapat memberikan dampak yang
baik terhadap negara tersebut dan juga dapat memberikan dampak yang buruk,
tergantung dari cara negara tersebut menerima kebudayaan itu.
Sumber :
Langganan:
Postingan (Atom)