Jumat, 22 Juni 2012

Pengalaman Berharga




Pengalaman yang Mengesankan


Pada penulisan ini saya akan menuliskan ataupun mengisahkan peristiwa yang telah saya alami dimasa lalu, bagi saya itu merupakan peristiwa yang memiliki hikmah tersendiri di mulai dari ketika saya kecil hingga mencapai saat sekarang ini. Peristiwa yang mengesankan yang dialami seseorang munkin akan sulit untuk dilupakan begitu saja bagi orang yang mengalaminnya karena peristiwa yang mengesankan tersebut akan menjadi sebuah cerita yang nantinya akan diceritakan pada anak – anak kita nantinya baik itu peristiwa yang baik maupun yang buruk untuk diambil hikmah nantinya.

Pengalaman atau peristiwa yang sangat mengesankan yang pernah saya alami bisa dikatakan peristiwa yang terjadi dua kali dalam waktu yang berbeda mengapa demikin karena peristiwa tersebut terjadi ketika saya melanggar perintah dari kedua orang tua saya.

Pengalaman yang pertama terjadi ketika saya melanggar perintah dari ibu saya, dan saya masih ingat ketika itu saya masih berusia sekitar enam tahun ketika itu ibu saya menyuruh saya untuk menjaga toko, walaupun usia saya masih kecil saya sudah di suruh demikian alasannya karena ibu saya mau solat ashar, dan saya yang masih kecil tidak mau menurutin apa yang di perintahkan ibu saya, dan kemudian ibu saya menyarankan dengan ucapan yang baik sehingga saya mau menuruti apa yang di perintahkan ibu saya, tapi entah mangapa sepeninggalan ibu saya untuk solat saya dengan beraninya kabur dari toko tersebut untuk jajan dan bermain, akan tetapi setelah jauh dari toko saya mendapatkan balasan dari apa yang saya kerjakan, ternyata setelah jaln cukup jauh tampa saya sadari kaki saya sudah mengelurkan darah yang sangat banyak karena saya telah menginjak serpihan kaca , kemudian saya berlari pulang dan ibu saya melihat darah dari kaki saya dengan wajah yang lembut ibu saya membawa saya untuk berobat ke rumah sakit tampa memarahi saya dan alhamdulillan kejadian tersebut meninggalkan tanda di kaki kiri saya dengan jaitan sebanyak enam jaitan.

Pengalaman yang kedua yang saya rasakan ketika saya melanggar perintah dari ayah saya, ternyata ibu dan ayah saya telah memberikan pengalaman yang berharga untuk saya, pengalaman yang saya rasakan ketika melanggar perintah dari ayah, saya masih berumur sepuluh tahun, waktu itu di siang hari saya mau pergi main sama teman – teman saya bersepeda, ketika saya mau pergi saya terlebih dahulu disarankan oleh ayah saya untuk solat zuhur akan tetapi saya tidak menghiraukan apa yang disarankan oleh ayah saya dan sayapun pergi bersepeda dengan teman – teman saya, setelah jauh berjalan dan hari sudah mulai sore saya dan teman – teman mau pulang, ketika mau pulang tersebut saya mendapatkan balasan dari apa yang telah saya lakukan tadi sebelum berangkat bersepeda, kejadian tersebut berjalan cukup capat dan tanpa saya sadari saya telah jatuh dari jembatan sehingga saya terperosot ke aspal jembatan yang menurun kemudian saya pinsan dan telah meninggalkan kenangan di bagaian tangan saya dan sedikit di bagian wajah saya.

Dari pengalaman yang telah saya alami ini, saya mulai dapat merasakan betapa bahayanya jika kita tidak mau mendengarkan omongan orang tua ataupun saran dari orang tua kita, dan saya juga mendapatkan pelajaran betapa pentingnnya solat lima waktu sehari semalam Karena kedua kejadian yang saya alami ini tidak jauh dari solat lima waktu yang telan diperintahkan Allah s.w.t kepada kita, semoga pengalaman saya ini dapat bermanfaat bagi pembaca terutama bagi saya sendiri.

Jumat, 27 April 2012

MANUSIA dan KEADILAN



MANUSIA dan KEADILAN

             A.    Pengertian keadilan
Menurut aristoteles keadilan adalah suatu kelayakan dalam tindakan manusia,
kelayakan menurut aristoteles diartikan sebagai titik tengah di antara kedua ujung ekstrim yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ekstrim itu menyangkut dua orang atau benda, bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing – masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidak adilan.

Menurut plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaaannya dikendalikan oleh akal.

Sedangkan menurut pendapat dari Socretes yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.

Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada perbudakan terhadap orang lain, sabaliknya jika kita hanya menjalankan kewajiban tampa menuntut hak kita maka kita akan dipermudah dibudak oleh orang lain.

            B.     Macam – macam keadilan
       Pada pembahasan ini keadilan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok
diantaranya :

a.       Keadilan legal atau keadilan moral
Menurut plato keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya. Pendapat plato ini disebut keadilan moral, sedangkan sunoto menyebutnya keadilan legal.

b.       Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal – hal yang sama diperlukan secara sama dan hal – hal yang tidak sama, sebagai contohnya Andi bekerja 19 tahun dan Deni bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah antara Andi dan Deni, yaitu perbedaaan sesuai dengan lamanya bekerja, andai kata Andi menerima Rp. 1.200.000,- maka Deni harus menerima Rp. 600.000,- akan tetapi bila besar hadiah Andi dan Deni sama maka itu diktakan tidak adil.

c.       Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum, bagi aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat, semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadi ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.  

Keadilan memiliki dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan seperti yang telah sering kita dengar sehari – hari yakninya kejujuran dan kecurangan.

-          Kejujuran
kejujuran bisa dikatan bahwa sesuatu yang dikatakan seseorang itu sesuai dengan hati nuraninya dengan kata lain apa yang dia katakan sesuai dengan kenyataan yang ada, jujur juga berarti seseorang yang memiliki hati yang bersih dari perbuatan – perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum.

Orang bodoh yang jujur akan lebih baik dari pada orang yang pintar yang suka curang, barang siapa yang tidak dapat dipercaya tutur katanya atau tidak menepati janji dan kesanggupannya, termasuk golongan orang munafik sehingga tidak menerima belas kasihan Tuhan.

Pada hakikatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.

-          Kecurangan  
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran dan dapat disamakan dengan licik meskipun tidak sama, sudah tentu kecurangan lawan dari kejujuran.

Curang merupakan sesuatu yang  ia inginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya kecuali kalau sudah terniat didalam hatinya untuk berbuat curang dengan maksud memperoleh keuntungan yang dapat berupa materi dan sebagainya

Kecurangan akan menyababkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbulkan kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagi orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita, orang seperti itu biasanya tidak senang bila ada yang melebihi kekayaannya, padahal agama juga telah mengajarkan untuk mengumpulkan harta sebanyak – sebanyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih lagi mengumpulkan harta dengan jalan yang curang.

Adapun alasan yang menyebabkan orang melakukan kecurangan , ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada empat aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban, dan aspek teknik, apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan dengan norma – norma moral atau norma hukum.



Sumber :



Selasa, 24 April 2012

MANUSIA dan HARAPAN


MANUSIA DAN HARAPAN

a.       Pengertian Harapan
Setiap manusia memiliki banyak harapan didalam kehidupannya, manusia yang tidak memiliki harapan berati manusia tersebut bisa dikatakan mati dalam kehidupannya, dan bahkan orang yang telah meninggal sekalipun juga mempunyai beberapa harapan setelah peninggalannya, yang biasanya berupa pesan – pesan yang di sampaikan kepada para ahli warisnya.
Harapan yang dimiliki seseorang dapat berupa apa saja, bisa dalam bentuk benda yang berbentuk nyata ataupun yang bersifat keberhasilan dalam suatu pencapaian, dan harapan juga bergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing yang dimiliki seseorang.
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha yang telah dilakukan oleh orang yang mempunyai suatu harapan tersebut, karena agamapun juga mengajarkan segala sesuatu yang kita dapatkan itu sesuai dengan usaha yang kita kerjakan, begitu juga dengan harapan seseorang.
Harapan juga harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri maupun pada Tuhan Yang Maha Esa, agar harapan tersebut terwujud maka perlu usaha yang sungguh – sungguh, manusia wajib selalu berdoa, karena usaha dan doa merupakan sarana tercapainya suatu harapan kita.

b.      Penyebab manusia mempunyai harapan
Pada dasarnya manusia merupakan mahluk sosial yang lahir kedunia ini lansung disambut dengan suatu pergaulan, yakni ditengah suatu keluaraga dan anggota masyarakat lainnya, ada dua hal yang medorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lainnya yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan lainnya.
Menurut Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu manusia mempunyai suatu harapan, pada hakekat harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :
-          Kelangsungan hidup ( suvival )
-          Keamana ( safety )
-          Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai ( be loving and love )
-          Diakui lingkungan ( status )
-          Perwujudan cita – cita ( self actualization )

c.       Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran, kepercayaan adalah hal – hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran, karena didalam setiap pencapaian suatu harapa kita harus memiliki keyakinan akan kebenaran.
Dasar dari kepercayaan itu adalah kebenaran, setiap manusia akan mendambakan kebenaran, karena manusia sadar bahwa ketidak benaran dalam bertindak, berucap dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya.
Menurut Dr Yuyun Suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga teori trntang kebenaran :
1.      Teori koherensi, merupakan suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atua konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
2.      Teori korespondensi, merupakan suatu teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondesi ( berhubunga ) dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3.      Teori pragmatis, merupakan suatu teori kebenran akan suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan itu bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah manusia.

 sumber :
 http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-harapan




                                                                                                                              

Kamis, 05 April 2012

PUISI


PUISI

Cinta :
Sore itu........... rintik – rintik hujan mulai membasahi tanah
Langit cerah menjadi murung
Aku berjalan sendiri melintasi rintik – rintik hujan
Ku melihat orang – orang di sekeliling ku berteduh dan mengeringkan tubuhnya

            Rintikan air hujan berubah menjadi hujan yang begitu deras
            Yang penuh dengan kilat dan guntur
 ku menempuh itu dengan berjalan seorang diri
            badaipun ikut menghampiri serta angin kencangnya

ku tempuh jalan yang sangat jauh ini sendiri
dalam perjalanan ku sebuah mobil mencipratkan noda ke bajuku
ku sungguh merasa sendiri dalam perjalan ini
tuhan................

            aku sungguh merasa sendiri dalam perjalanan ini
            kerumunan orang banyak disekeliling ku
            semakin ku merasakan kesendirian ini dalam perjalanan ku yang jauh
            semua ini ku lakukan demi seseorang yang ku harapkan

andaikan kamu disamping ku saat sekarang ini............
andaikan ku bisa menempuh hujan ini bersamamu
tapi aku rela melakukan ini semua demi ketemu kamu
wahai kekasihku..................................

pengharapan :
jika ku lihat bintang di langit,,
ku harap itu kau...............
jika ku lihat bulan mengitari bumi,,
ku harap itu kau.....................
           
            jika ku lihat matahari bersinar,,
            ku juga berharap itu kau .................
            jika ku lihat kau di depan mataku,,
kuharap kau sangat merindukan aku............

kau pengisi hati ku...
kau penerang isi hatiku.....
kau tenangkan hatiku dengan kerlap – kelip wajahmu........

kau menerangi hatuku yang gelap seperti bulan yang menerangi bumi
kau memancarkan pesona bagaika matahari bersinar
            ku tak kan bosan menerima kebaikan hatimu......

pengharapan :
kulihat sekelilingku
hijau daun menyegarkan mata
langit biru terbentang tanpa tiang
bening air menyegarkan gairah semangatku
                       
            awan putih menyambut pagiku yang indah
            bulan bintang keemasan menemani tidur malamku
            betapa indahnya spektrum warna yang telah engkau ciptakan tuhan
            betapa megahnya alam yang telah engkau ciptakan

kebesaranMu, keagunganMu
membuatku takjub dan bersyukur
menjadi hambamu
wahai yang telah menciptakan semua ini
tuhan...............


Jumat, 30 Maret 2012

MASALAH KEJIWAAN


                                                              SKIZOFRENIA


A . Pengertian Skizofrenia
  
     Skizofrenia merupakan suatu jenis penyakit yang mengganggu psikis fungsional berupa gangguan mental berulang – ulang yang di tandai dengan gejala – gejala psikotik yang khas dan kemunduran fungsi sosial, kerja, dan perawatan diri, skizofrenia tipe satu biasanya ditandai dengan menonjolkan gejala – gejala berupa halusinasi , delusi dan longgarnya asosiasi dan pada tipe dua di temukan gejala - gejala berupa penarikan diri dari masyarakat, apati, dan perawatan diri yang buruk.

     Gangguan kejiwaan skizofenia juga merupakan salah satu penyakit yang cenderung berkelanjutan, oleh karena itu penyakit skizofrenia membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengobatannya, dengan perkembangan dalam metode kesehatan pada saat sekarang ini penyakit skizofrenia dapat diobati dengan berbagai macam terapi, sehingga penderita tidak lagi mengalami pemasungan atau perawatan di rumah sakit jiwa dalam proses pengobatannnya.

B. Gejala yang dialami skizofrenia

    Gejala yang dialami penderita skizofrenia sangat bervariasi diantaranya :

a. Gejala Positif

- Gangguan Persepsi

- Gangguan Delusi

- Gangguan Prilaku

b. Gejala Negatif

- Motivasi yang Rendah

- Menarik Diri dari Masyarakat

c. Gejala Kognitif

C. Faktor penyebab penyakit gangguan kejiwaan

     Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan kejiwaan baik yang berhubungan dengan skizofrenia, menurut dr. Luh Ketut Surya gangguan kejiwaan disebabkabkan beberapa faktor diantaranya faktor biologik, psikologik dan sosialbudaya.

a. Faktor Biologik
    Untuk membuktikan bahwa gangguan jiwa adalah suatu penyakit seperti kriteria penyakit dalam ilmu kedokteran, para psikiater mengadakan banyak penelitian di antaranya mengenai kelainan-kelainan neutransmiter, biokimia, anatomi otak, dan faktor genetik yang ada hubungannya dengan gangguan jiwa.

    Gangguan mental sebagian besar dihubungkan dengan keadaan neuttransmiter di otak, misalnya seperti pendapat Brown et al, 1983, yaitu fungsi sosial yang kompleks seperti agresi dan perilaku seksual sangat dipengaruhi oleh impuls serotonergik ke dalam hipokampus.

    Demikian juga dengan pendapat Mackay, 1983, yang mengatakan noradrenalin yang ke hipotalamus bagian dorsal melayani sistem monoamine di limbokortikal berfungsi sebagai pemacu proses belajar, proses memusatkan perhatian pada rangsangan yang datangnya relevan dan reaksi terhadap stres. Pembuktian lainnya yang menyatakan bahwa gangguan jiwa merupakan suatu penyakit adalah di dalam studi keluarga.

    Pada penelitian ini didapatkan bahwa keluarga penderita gangguan efektif, lebih banyak menderita gangguan afektif daripada skizofrenia (Kendell dan Brockington, 1980), skizofrenia erat hubungannya dengan faktor genetik (Kendler, 1983).

    Tetapi psikosis paranoid tidak ada hubungannya dengan faktor genetik, demikian pendapat Kender, 1981). Walaupun beberapa peneliti tidak dapat membuktikan hubungan darah mendukung etiologi genetik, akan tetapi hal ini merupakan langkah pertama yang perlu dalam membangun kemungkinan keterangan genetik.

    Bila salah satu orangtua mengalami skizofrenia kemungkinan 15 persen anaknya mengalami skizofrenia. Sementara bila kedua orangtua menderita maka 35-68 persen anaknya menderita skizofrenia, kemungkinan skizofrenia meningkat apabila orangtua, anak dan saudara kandung menderita skizofrenia (Benyamin, 1976).

    Pendapat ini didukung Slater, 1966, yang menyatakan angka prevalensi skizofrenia lebih tinggi pada anggota keluarga yang individunya sakit dibandingkan dengan angka prevalensi penduduk umumnya.

b. Faktor Psikologik
    Hubungan antara peristiwa hidup yang mengancam dan gangguan mental sangat kompleks tergantung dari situasi, individu dan konstitusi orang itu. Hal ini sangat tergantung pada bantuan teman, dan tetangga selama periode stres.

    Struktur sosial, perubahan sosial dan tigkat sosial yang dicapai sangat bermakna dalam pengalaman hidup seseorang. Kepribadian merupakan bentuk ketahanan relatif dari situasi interpersonal yang berulang-ulang yang khas untuk kehidupan manusia.

    Perilaku yang sekarang bukan merupakan ulangan impulsif dari riwayat waktu kecil, tetapi merupakan retensi pengumpulan dan pengambilan kembali. Setiap penderita yang mengalami gangguan jiwa fungsional memperlihatkan kegagalan yang mencolok dalam satu atau beberapa fase perkembangan akibat tidak kuatnya hubungan personal dengan keluarga, lingkungan sekolah atau dengan masyarakat sekitarnya.

    Gejala yang diperlihatkan oleh seseorang merupakan perwujudan dari pengalaman yang lampau yaitu pengalaman masa bayi sampai dewasa.

c. Faktor Sosialbudaya

   Gangguan jiwa yang terjadi di berbagai negara mempunyai perbedaan terutama mengenai pola perilakunya. Karakteristik suatu psikosis dalam suatu sosialbudaya tertentu berbeda dengan budaya lainnya.

   Adanya perbedaan satu budaya dengan budaya yang lainnya, menurut Zubin, 1969, merupakan salah satu faktor terjadinya perbedaan distribusi dan tipe gangguan jiwa. Begitu pula Maretzki dan Nelson, 1969, mengatakan bahwa alkulturasi dapat menyebabkan pola kepribadian berubah dan terlihat pada psikopatologinya.

   Pendapat ini didukung pernyataan Favazza (1980) yang menyatakan perubahan budaya yang cepat seperti identifikasi, kompetisi, alkulturasi dan penyesuaian dapat menimbulkan gangguan jiwa. Selain itu, status sosial ekonomi juga berpengaruh terhadap terjadinya gangguan jiwa Goodman (1983) yang meneliti status ekonomi menyatakan bahwa penderita yang dengan status ekonomi rendah erat hubungannya dengan prevalensi gangguan afaktif dan alkoholisma.

D. Pengobatan penyakit kejiwaan terutama skizofrenia
     Tiga dari empat penderita skizofrenia dapat mengalami perbaikan dan dapat melakukan aktivitas sehari – hari dengan normal, saat ini dikenal beberapa cara penanganan skizofrenia diantaranya :

- Pengobatan dengan Anti Psikotik
   Pemberian obat anti psikotik dapat menolong penderita untuk mengendalikan gejala – gejala skizofrenia, ada berbagai macam jenis anti psikotik yang dapat diberikan tergantung gejala yang ada pada penderita.

- Psikoterapi, Rehabilitasi dan Dukungan
   Psikoterapi menolong pasien dari gejala fisik yang dirasakan seperti : kecemasan, panik, fobia, insomnia, defresi, gangguan dalam berhubungan dengan orang lain dan gangguan psikoseksual.

   Rehabilitasi dan dukungan yang baik juga akan sangat membantu dalam penyembuhan skizofrenia, dapat mencegah kekambuhan, membantu pasien tetap berobat dan membantu pasien kembali ke kehidupan normal.






Sumber :


http://www.scribd.com/dirsanti/d/57612748-terapi-skizofrenia

http://www.resep.web.id/kesehatan/mengenal-penyakit-skizofrenia-salah-satu-gangguan-psikosis-fungsional.htm

trafficking&catid=89:info&Itemid=118

http://www.santosa-hospital.com/document/janganbiarkan_drrachmat_5_page_18.pdf

http://www.gugustugastrafficking.org/index.php?option=com_content&view=article&id=250:faktor-faktor-penyebab-gangguan-jiwa-pada-korban-trafficking&catid=89:info&Itemid=118








Selasa, 27 Maret 2012

PROSA



PROSA

Prosa merupakan sebuah karya satra yang telah berkembang dari dulu hingga sampai saat sekarang ini, sehingga prosa dapat juga kita kelompokkan menjadi dua kelompok yaitu prosa lama, dan prosa baru. Menurut Dr. J. S. Badudu perbedaan dari prosa lama dan prosa baru adalah

1.      Prosa lama
a.       Prosa lama cenderung bersifat statis.
b.      Prosa lama bersifat istanasentris.
c.       Berbentuk hikayat, tambo, dongeng, legenda, fabel dan sebagainya.
d.      Di pengaruhi oleh kesusastaraan Hindu dan Arab.
e.       Milik bersama.

2.      Prosa baru
a.       Prosa baru sering bersifat dinamis.
b.      Bersifat masyarakat sentris
c.       Berbentuk roman, novel, cerpen, drama. Berjejak di dunia nyata berdasarkan kebenaran dan kenyataan.
d.      Di pengaruhi kesusastraan Barat.
e.       Bersifat tertulis.


Contoh prosa lama dalam bentuk Hikayat :

Hikayat Amir

Dahulu kala di Sumatra, hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam. Syah Alam mempunyai seorang anak bernama Amir, Amir tidak menghargai uangnya dengan baik. Setiap hari dia membelanjakan uang yang diberi ayahnya, karena sayangnya pada Amir, Syah Alam tidak pernah memarahinya, Syah Alam hanya bisa mengelus dada.
Lama-kelamaan Syah Alam jatuh sakit semakin hari sakitnya semakin parah. Banyak uang yang dikeluarkan untuk pengobatan, tetapi tidak kunjung sembuh. Akhirnya mereka jatuh miskin.
Penyakit Syah Alam semakin parah, sebelum meninggal, Syah Alam berkata”Amir, Ayah tidak bisa memberikan apa-apa lagi padamu, engkau harus bisa membangun usaha lagi seperti Ayah dulu, jangan kau gunakan waktumu sia-sia. Bekerjalah yang giat, pergi dari rumah usahakan engkau terlihat oleh bulan, jangan terlihat oleh matahari.”
”Ya, Ayah. Aku akan turuti nasihatmu.”                                       
Sesaat setelah Syah Amir meninggal, ibu Amir juga sakit parah dan akhirnya meninggal. Sejak itu Amir bertekad untuk mencari pekerjaan. Ia teringat nasihat ayahnya agar tidak terlihat matahari, tetapi terlihat bulan. Oleh sebab itu, kemana-mana ia selalu memakai payung.
Pada suatu hari, Amir bertemu dengan Nasrudin, seorang menteri yang pandai, Nasarudin sangat heran dengan pemuda yang selalu memakai payung itu. Nasarudin bertanya kenapa dia berbuat demikian.
Amir bercerita alasannya berbuat demikian. Nasarudin tertawa. Nasarudin berujar, ” Begini, ya., Amir. Bukan begitu maksud pesan ayahmu dulu. Akan tetapi, pergilah sebelum matahari terbit dan pulanglah sebelum malam. Jadi, tidak mengapa engkau terkena sinar matahari. ”
Setelah memberi nasihat, Nasarudin pun memberi pinjaman uang kepada Amir. Amir disuruhnya berdagang sebagaimana dilakukan ayahnya dulu.
Amir lalu berjualan makanan dan minuman. Ia berjualan siang dan malam. Pada siang hari, Amir menjajakan makanan, seperti nasi kapau, lemang, dan es limau. Malam harinya ia berjualan martabak, sekoteng, dan nasi goreng. Lama-kelamaan usaha Amir semakin maju. Sejak it, Amir menjadi saudagar kaya.
   
Keburukan :
            Amir merupakan orang yang tidak mau menghargai apa yang telah di anugrahkan allah kepada dia, sehingga dia hanya menghabiskan apa yang telah di berikan oleh orang tuannya, yang semuanya itu membuat dia untuk malas berkerja dan selalu bergantung pada ayahnya yang kaya, tetapi amir lupa bahwasannya apa yang telah dimiliki oleh ayahnya belum tentu dia akan mendapatkan yang demikian juga.

Kebaikan :
            Dari cerita Amir di atas kita juga dapat hikmah kebaikannya, ketika Amir telah mendapatkan apa yang telah ia lakukan sebelumnya amir sadar dan termotivasi untuk bekerja demi memenuhi amanah yang telah di berikan ayahnya, yang berpesan untuk mengembalikan apa yang telah di capai ayahnya dulu dan bekerja dengan tekun, bekerja sebelum terbit matahari hingga pulanglah sebelum malam. Dengan amanah yang telah di berikan ayahnya ini sehingga dia giat bekerja dan selalu melakukan pekerjaan dengan kegigihan dan ketekunan. berkat kegigihan dan ketekunannya shingga Amir dapat mengembalikan keberhasilan yang telah di capai oleh ayahnya.   

Kesimpulan :
            Kesalah yang telah kita lakukan sebelumnya, bukan berarti akan menjadi penghalang untuk kita berubah di kemudian harinya. Dan jadikanlah kesalah yang telah kita lakukan sebagai motivasi kita untuk kedepannya dengan demikian kita akan mendapatkan apa yang menjadi tujuan kita.


Contoh prosa baru yang berbentuk cerpen :

Sahabat Sejati

Betapa enak menjadi orang kaya. Semua serba ada. Segala keinginan terpenuhi. Karena semua tersedia. Seperti Iwan. Ia anak konglomerat. Berangkat dan pulang sekolah selalu diantar mobil mewah dengan supir pribadi.
Meskipun demikian ia tidaklah sombong. Juga sikap orang tuanya. Mereka sangat ramah. Mereka tidak pilih-pilih dalam soal bergaul. Seperti pada kawan kawan Iwan yang datang ke rumahnya. Mereka menyambut seolah keluarga. Sehingga kawan-kawan banyak yang betah kalau main di rumah Iwan.
Iwan sebenarnya mempunyai sahabat setia. Namanya Momon. Rumahnya masih satu kelurahan dengan rumah Iwan. Hanya beda RT. Namun, sudah hampir dua minggu Momon tidak main ke rumah Iwan.
“Ke mana, ya,Ma, Momon. Lama tidak muncul. Biasanya tiap hari ia tidak pernah absen. Selalu datang.”
“Mungkin sakit!” jawab Mama.
“Ih, iya, siapa tahu, ya, Ma? Kalau begitu nanti sore aku ingin menengoknya!” katanya bersemangat
Sudah tiga kali pintu rumah Momon diketuk Iwan. Tapi lama tak ada yang membuka. Kemudian Iwan menanyakan ke tetangga sebelah rumah Momon. Ia mendapat keterangan bahwa momon sudah dua minggu ikut orang tuanya pulang ke desa. Menurut kabar, bapak Momon di-PHK dari pekerjaannya. Rencananya mereka akan menjadi petani saja. Meskipun akhirnya mengorbankan kepentingan Momon. Terpaksa Momon tidak bisa melanjutkan sekolah lagi.
“Oh, kasihan Momon,” ucapnya dalam hati,
Di rumah Iwan tampak melamun. Ia memikirkan nasib sahabatnya itu. Setiap pulang sekolah ia selalu murung.
“Ada apa, Wan? Kamu seperti tampak lesu. Tidak seperti biasa. Kalau pulang sekolah selalu tegar dan ceria!” Papa menegur
“Momon, Pa.”
“Memangnya kenapa dengan sahabatmu itu. Sakitkah ia?”
Iwan menggeleng.
“Lantas!” Papa penasaran ingin tahu.
“Momon sekarang sudah pindah rumah. Kata tetangganya ia ikut orang tuanya pulang ke desa. Kabarnya bapaknya di-PHK. Mereka katanya ingin menjadi petani saja”.
Papa menatap wajah Iwan tampak tertegun seperti kurang percaya dengan omongan Iwan.
“Kalau Papa tidak percaya, Tanya, deh, ke Pak RT atau ke tetangga sebelah!” ujarnya.
“Lalu apa rencana kamu?”
“Aku harap Papa bisa menolong Momon!”
“Maksudmu?”
“Saya ingin Momon bisa berkumpul kembali dengan aku!” Iwan memohon dengan agak mendesak.
“Baiklah kalau begitu. Tapi, kamu harus mencari alamat Momon di desa itu!” kata Papa.
Dua hari kemudian Iwan baru berhasil memperoleh alamat rumah Momon di desa. Ia merasa senang. Ini karena berkat pertolongan pemilik rumah yang pernah dikontrak keluarga Momon.
Kemudian Iwan bersama Papa datang ke rumah Momon di wilayah Kadipaten. Namun lokasi rumahnya masih masuk ke dalam. Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer. Kedatangan kami disambut orang tua Momon dan Momon sendiri. Betapa gembira hati Momon ketika bertemu dengan Iwan. Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu.
Semula Momon agak kaget dengan kedatangan Iwan secara mendadak. Soalnya ia tidak memberi tahu lebih dulu kalau Iwan inginberkunjung ke rumah Momon di desa.
“Sorry, ya, Wan. Aku tak sempat memberi tahu kamu!”
“Ah, tidak apa-apa. Yang penting aku merasa gembira. Karena kita bisa berjumpa kembali!”
Setelah omong-omong cukup lama, Papa menjelaskan tujuan kedatangannya kepada orang tua Momon. Ternyata orang tua Momon tidak keberatan, dan menyerahkan segala keputusan kepada Momon sendiri.
“Begini, Mon, kedatangan kami kemari, ingin mengajak kamu agar mau ikut kami ke Bandung. Kami menganggap kamu itu sudah seperti keluarga kami sendiri. Gimana Mon, apakah kamu mau?” Tanya Papa.
“Soal sekolah kamu,” lanjut Papa, “kamu tak usah khawatir. Segala biaya pendidikan kamu saya yang akan menanggung.”
“Baiklah kalau memang Bapak dan Iwan menghendaki demikian, saya bersedia. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Bapak yang mau membantu saya.”
Kemudian Iwan bangkit dari tempat duduk lalu mendekat memeluk Momon. Tampak mata Iwan berkaca-kaca. Karena merasa bahagia.Akhirnya mereka dapat berkumpul kembali. Ternyata mereka adalah sahabat sejati yang tak terpisahkan.
Kini Momon tinggal di rumah Iwan. Sementara orang tuanya tetap di desa. Selain mengerjakan sawah, mereka juga merawat nenek Momon yang sudah tua

Keburukan :
Mukin dari cerita di atas kita tidak dapat melihat keburukan dari seorang Iwan maupun Momon, akan tetapi sedikit keburukan ketika ayah Momon memilih untuk pulang ke kampung dan menyebabkan Momon putus dari sekolahnya, ayahnya Momon tidak optimis dan mau berusaha untuk pekerjaan yang lainnya, sehingga Momon berhenti dari sekolah, dan ikut ayahnya bertani di kampungnya yang kemudian Haknya Momon untuk belajar tidak bisa di penuhi.

Kebaikan  :
Dari cerita di atas kita dapat mengambil hikmah berupa kesetian terhadap sesama, dari cerita di atas kita juga dapat membedakan seorang Iwan dengan Amir pada cerita sebelumnya, Iwan patut kita contoh karena dengan semua yang dia miliki tidak membuat Iwan lupa dan sombong, dan Iwan mensyukuri kebahagian dia dengan berbagi dengan sesama, dapat kita lihat ketika Iwan mengajak Momo untuk bersekolah lagi dan tinggal di rumah Iwan melihatkan bahwa Iwan tidak lupa dengan orang – orang yang membutuhkan yang berada di sekitar dia dan mensyukuri nikmat yang telah di berikan allah.

Kesimpulan :
            Kebahagian akan di dapat ketika kita dapat memebantu orang yang membutuhkan pertolongan kita.


Sumber :
Bina Bahasa dan Sastra Indonesia kelas IV: Erlangga
http://melatiwijayanti.blogspot.com/2008/12/contoh-cerpen.html