![]() |
| foto ibu laela |
Nama : laela
Tempat tanggl lahir : pariaman 28 – 08 -1968
Pendidikan terakhir : SMA
Umur : 43 tahun
Ibu berasal dari daerah mana ?
- Saya berasal dari padang sumatra barat.
Berapa lama ibu tinggal di sumatra barat ?
- Saya tinggal di sumatra barat semenjak saya kecil hingga saya tamat dari SMA, dua tahun kemudian saya berangkat ke jakarta bersama kakak saya kira – kira tahun 1987.
Apakah pendidikan terakhir ibu sebelum berangkat ke jakarta?
- Saya berangkat ke jakarta ketika saya sudah tamat SMA.
Bisakah ibu menceritakan jenjang pendidikan ibu yang pernah ibu lalui sewaktu itu ?
- Awalnya saya sekolah di SD inpres padang pariaman, kemudian saya melanjudkan di SMP no 1 padang pariaman, kemudian MAN 1 padang panjang selesai dari MAN 1 padang panjang dua tahun kemudian saya ikut kakak saya ke jakarta.
Apa yang paling berkesan bagi ibu ketika masih sekolah di padang ?
- Hal yang paling sangat berkesan bagi saya disana saya merasakan kekeluargaan dan sosialisasi yang tinggi antar sesama pelajar, saya sangat senang bisa merasakan kebersamaan ketika saya sekolah di sana, (sambil mengenang masa lalunya).
Prestasi yang pernah ibu raih ketika itu apa saja ?
- Saya orangnya di katakan pintar tidak tapi kalaw di katakan bodoh malah tidak logis lagi heheh (sambil ketawa), ya bisa di katakan sedang – sedanglah.
Lalu setelah ibu menyelesaiakn pendidikan ibu kenapa ibu tidak kuliah dah malah ibu mengikuti kakak ibu ke jakarta ?
- Awalnya tujuan saya ke jakarta untuk melanjutkan pendidikan saya ke tinggkat yang lebih tinggi, karena dari dulu saya pengen melanjutkan pendidikan saya, saya pernah berfikir setelah saya menyelesaikan pendidikan SMA saya di sumatra barat saya harus ke jakarta untuk melanjutkan pendidikan saya, tapi sayangnya apa yang saya inginkan blum bisa saya wujudkan.
Kenapa ibu tidak bisa mewujudka keinginan ibu itu ?
- Karena waktu itu saya terhalang oleh biaya untuk melanjutkan pendidikan saya, dan waktu itu ayah saya yang di kampung meninggal. Dan saya harus bisa menerima keadaan itu, kemudian saya hanya membantu kakak saya yang di jakarta untuk memenuhi, kebutuhan hidupan saya kakak dan keluarga saya yang di padang.
Apakah ibu tidak menyesal blum bisa melanjutkan pendidikan ibu ?
- Saya tidak menyesal karena tidak dapat melanjutkan pendidikan saya, dari sana saya bisa bikin motivasi dari dalam diri saya sendiri, karena belum tentu orang yang belum di kasih kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya tidak bisa sukses nantinya, walaupun saya perempuan bukan berarti saya tidak bisa sukses nantinya, dan alhmdulillah sekarang saya sudah bisa membuktikan-nya dengan hasil dari usaha saya sekarang.
Setelah keputusan itu yang ibu ambil, ketika itu ibu sama kakak ibu setelah berada di jakarta tinggalnya sama siapa, dan di mana ?
- Saya tinggal di cililitan sama kakak saya, di rumah kontrakan kakak saya.
Apakah kakak ibu ketika itu sudah beristri ?
- Sudah.
Selama ibu tinggal di sana hal apa saja yang paling berkesan sewaktu ibuk tinggal d sana?
- Saya dii sana cukup mengasikkan, karena di sana saya tinggal dengan rumah yang kecil tapi yang tinggal di sana melebih kapasitas rumah orang biasanya, saya di sana tidur penuh sesak tidak ada kamar tidur, tidak ada ruang tamu, dapurnya juga kecil. waktu saya tinggal di sana hal yang paling berkesan bagi saya ketika musin hujan, apabila sudah musim hujan maka itu rumah akan kelelap banjir..( sambil tersenyum sendiri ).
Lalu bagaiman hubungan sosialisasi ibu terhadap masyarakat yang ada di sana pada waktu itu ?
- Sebenarnya saya di sana kurang sosialisasinya, mungkin karena saya orang yang dari daerah yang berbeda jadi kurang di anggap masyarakat, tapi di sana sebenarnya masyarakatnya cukup baik.
Apakah ibu pernah dendam dengan perlakuan masyarakat yang di sana ?
- Tidak, karena saya tidak pernah beranggapan buruk perlakuan masyarakat terhadap saya.
Kemudian setelah tinggal beberapa lama di sana, biasanya seorang perempuan pasti menginginkan pendamping hidup, pada usia berapakah ibu memiliki pendamping hidup ?
- Saya memiliki pendamping hidup ketika saya sudah tiga atau empat tahun tinggal di sana, saya menikah dengan seorng lelaki yang berasal daerah yang sama dengan saya juga kira – kira umur saya waktu itu 25 tahun.
Dimanakah ibu menikan waktu itu, di padang atau hanya di jakarta ?
- Waktu itu saya hanya menikah di jakarta, tempatnya masih di cililitan.
Lalu kenapa ibu menikahnya tidak di daerah asal ibu akan suami ibu juga berasal dari daerah yang sama ?
- Waktu itu transportasi masih sulit tidak seperti sekarang ini, sekarang naik pesawat dua jam saya sudah sampai, tapi dulu kan membutuhkan waktu yang lama, makanya kami memutuskan untuk menikah di sini saja.
Setelah menikah apakah ibu masih tetap tinggal di sana ?
- Tidak, setelah menikah saya dengan suami saya pindah ke rumah kontrakan di daerah pondok gede.
Lalu bagaimana respon warga sekitar ketika ibu pindah ke pondok gede, apakah responnya sama ketika tinggal di cililitan ?
- Alhmdulillah hubungan sosialisasi saya dengan masyarakat yang di sana cukup baik, walaupun saya warga baru di sana, tetapi sayangnya saya tinggal di sana Cuma sebentar, kemudian saya pindah ke kampung makasar.
Apa alasan ibu pindah ke sana ?
- Waktu itu saya Cuma mengukuti suami saya.
Waktu itu apa yang menjadi usaha suami ibu ?
- Pada waktu itu suami saya bekerja di perusahaan pertamina.
Sebagai apa ?
- Sopir pribadi direktur pertamina.
Berapa tahun suami ibu bekerja di sana ?
- Suami saya bekerja di sana sampai kami dianugrahi dua orang anak, dan setelah berselang lama suami saya memutuskan untuk berhenti di sana dan beralih profesi menjadi berwirausaha.
Usaha apa yang di pilih suami ibu setelah keluar dari pertamina ?
- Akhirnya saya dan suami saya memutuskan untuk membuka warung sembako, yang sampai saat skarang ini. Dan alhmdulillah penghasilah dari sana saya telah dapat menyekolahkan dua orang anak saya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, anak saya yang pertama saat ini masih memperdalam ilmu b.inggris di kampung inggris kediri jawa timur, dan yang satu lagi masih duduk di bangku sekolah dasar.
![]() | |||||
| foto saya dengan ibu laela dan anaknya yang ke dua |
Dibandingkan profesi suami ibu jadi sopir dari pada sekarang, menurut ibu bagusan yang mana ?
- Y, bagusan yang sekarang, karena sekarang saya sudah dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan membantu orang tua yang berada di kampung.
Keberhasilan apa yang telah ibu raih dari penghasilan ibu sekarang ini ?
- Alhamdulillah dari penghasilan saya ini, saya telah dapat membuat dua buah rumah dan tabungan untuk simpanan anak – anak saya nantinya.
Apa saran ibu terhadap para pembaca dan orang yang masih berjuang seperti ibu ?
- Saran saya janganlah pernah menyerah terhadap kenyataan buruk ataupun bahagia yang kita dapat, karena dengan usaha yang tekun sesuatu hal yang sulit akan bisa menjadi baik selagi kita masih mau berusaha.
![]() | |||||
| foto saya dengan ibu laela | |
Inilah hasil wawancara saya dengan ibu laela semoga kisah dari perjuangan ibu laela ini dapat menjadi motivasi kepada kita semua dan semoga wawancara saya ini bermanfaat bagi pembaca dan saya sendiri.



Sangat memotivasi
BalasHapus